Musyawarah penetapan RKPDes Tanjung Menang, 13 September 2019
Musyawarah penetapan RKPDes Tanjung Menang, Jum'at (13/9/2019) silam. Pada musyawarah ini beberapa usulan pembangunan fisik disepakati dan ditetapkan. Namun kini, bebarapa di antaranya terpaksa ditunda karena realokasi dana desa kepada penanggulangan pandemi Covid-19.

Tanggap Covid-19, Pemdes Tanjung Menang Tunda Rehab Drainase

Posted on 5 views

BENGKULU SELATAN | Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memaksa Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Menang, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, merealokasi sebagian anggaran pembangunan tahun ini.

Salah satu program pembangunan yang terancam tidak terlaksana atau ditunda tahun berikutnya adalah rehab saluran drainase.

Menurut kepala desa setempat, Mahirun, selaras arahan pemerintah pusat terkait pengalokasian 15 persen total Dana Desa (DD), berarti Pemdes Tanjung Menang akan menggelontorkan DD hingga Rp 105 juta untuk pencegahan Covid-19.

“Pada pencairan tahap pertama ini, sudah terealisasikan 62 juta rupiah. Sisanya (dari total Rp 105 juta-red) akan direalisasikan di tahap kedua,” ungkapnya, Rabu (22/4/2020) siang.

Anggaran pertama Rp 62 juta, terang Mahirun, sudah dibelanjakan 155 galon tempat air cuci tangan beserta 155 bungkus sabun cair, dan sudah dibagikan ke seluruh rumah warga dan tempat umum.

“Masker kain juga sudah dibagikan, masing-masing warga dapat satu masker. Penyemprotan desinfektan setiap minggu, sekarang suduh empat kali,” paparnya.

Dengan didirikannya posko, Mahirun melanjutkan, pihaknya juga sudah membentuk tim relawan gugus tugas pencegahan Covid-19, terdiri dari 21 orang.

“Biaya operasional posko dan relawan juga termasuk dalam anggaran 62 juta ini. Memang sudah kami pilah-pilih sedemikian, supaya tercukupi,” tukasnya.

Kades Tanjung Menang (bertopi) mengecek data peralatan kebersihan yang telah dibagikan kepada seluruh warganya.
Kades Tanjung Menang (bertopi) mengecek data peralatan kebersihan yang telah dibagikan kepada seluruh warganya.

Kendati biaya rehab drainase dimungkinkan terkuras untuk Covid-19, Mahirun menjamin 140 titik lampu penerangan lingkungan permukiman tetap bisa terpasang sesuai keputusan musyawarah penetapan Rencana Kegiatan Pemerintah Desa (RKPDes) September 2019 silam.

“Perakitannya sudah dipesan. Mudah-mudahan dalam sebulan ini sudah bisa kita pasang di rumah-rumah warga,” harapnya.[san]