Kepala Desa Tanjung Menang, Mahirun memanen tanaman palawija di kebun demplot depan kantor desa setempat
Kepala Desa Tanjung Menang, Mahirun memanen tanaman palawija di kebun demplot depan kantor desa setempat, Kamis (23/4) pagi.

Ketahanan Pangan Meningkat Berkat Perdes Hewan Ternak

Posted on 4 views

BENGKULU SELATAN | Pemberlakuan Peraturan Desa (Perdes) Hewan Ternak di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, terbukti mampu meningkatkan daya guna lahan pekarangan dan meringankan biaya penjagaan tanaman pangan di desa tersebut.

“Sejak Perdes diberlakukan efektif, dari pekarangan, halaman rumah sampai sekitar bahu jalan ditanami sayur-sayuran. Karena sudah tidak ada lagi kambing, sapi atau kerbau mengganggunya,” ungkap Kades Tanjung Menang, Mahirun saat memanen sayur di lahan demplot palawija di depan kantornya, Kamis (23/4/2020) pagi.

Menurut dia, awal pemberlakuan Perdes ini memang sempat menuai pro-kontra masyarakat, namun saat itu pemerintah desa berinisiatif membuat demplot tanaman obat keluarga (Toga) dan palawija guna memberi contoh konkret, meski masih terpaksa membuat pagar keliling.

Setelah demplot panen pertama, lanjut Mahirun, kepercayaan masyarakat meningkat dan mulai ikut mendayagunakan pekarangan rumah masing-masing.

Kini, setelah sekitar 13 bulan berlalu, hampir seluruh halaman dan pekarangan rumah warga turut menopang ketahanan pangan keluarga, walau baru dalam wujud ketersediaan sayur-mayur.

Ratusan hektar tanaman padi di Ataran Kulus mulai dipanen
Ratusan hektar tanaman padi di Ataran Kulus mulai dipanen. Sebelum Perdes Hewan Ternak diberlakukan, kawasan ini sering didatangi kawanan kerbau/sapi, banyak petani mengeluhkan kerusakan yang ditimbulkannya.

Selain itu, beber Mahirun, lebih 200 hektar sawah di Ataran Kulus yang biasanya dijaga siang malam pemiliknya, bahkan dipagari agar tidak dirusak kerbau dan sapi, sekarang sudah bisa ditinggal pulang.

“Petani tidak lagi harus menginap di sawah. Sudah aman sekarang. Pagar keliling sawah pun tidak diurus lagi, karena pengganggunya sudah dikandangkan, ada juga yang sudah dibawa jauh-jauh oleh peternak,” imbuhnya.

Menurut Mahirun, populasi ternak kambing, sapi dan kerbau lumayan banyak di desa ini. Umumnya sudah dikandangkan atau digembalakan jauh di luar areal persawahan dan permukiman.

Jemuran gabah tidak terganggu lagi oleh ternak yang dilepasliarkan
Jemuran gabah di pekarangan rumah warga tidak terganggu lagi oleh ternak yang dilepasliarkan.

Sebagai wujud kepedulian kepada peternak yang telah mengandangkan ternaknya, Pemerintah Desa Tanjung Menang telah menganggarkan pembelian mesin pencacah guna memudahkan pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak.

“Sudah dianggarkan. Kalau Covid-19 ini tidak berlarut, pencairan tahap kedua langsung kami belanjakan,” tutupnya.[lim]